Kendaraan makin bertambah, makin macet

Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Kota Tanjungpinang Muramis mengaku sebelum puasa akan mengelar razia gabungan dengan melibatkan unsur TNI, Polri dan Satpol PP. Razia ini untuk melakukan penertiban pengguna jalan raya.

“Kita akan turun tapi waktunya belum kita tentukan takut bocor duluan,” kata Muramis kepada koran ini, Senin (25/7). Sasaran razia tahun ini sama dengan tahun sebelum, menjelang puasa akan ditertibkan penguna jalan raya, baik sasaranya mobil angkutan penumpang, angkutan barang, kendaraan dinas dan kendaraan pribadi.

“Kalau tugas kita melakukan razia angkutan umum dan angkutan barang. Sedangkan kepolisian akan mencari penguna jalan yang tidak tertib. Tidak memiliki kelengkapan motor seperti kaca spion, knalpot yang racing atau suaranya besar,” ujarnya.

Kata dia, sejak Tanjungpinang dijadikan ibukota Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), jumlah kendaraan terus bertambah. Sesuai data yang diterima Dishub dari Polresta Tanjungpinang, setiap bulan jumlah kendaraan terus bertambah. Rata-rata perbulannya mencapai 1.000 unit termasuk roda dua dan roda empat.

“Sejak Januari 2011 lalu kendaraan masuk ke Tanjungpinang perbulanya sudah 1.000 unit dan sudah tujuh bulan berarti sudah 7.000 ribu kendaraan baru baik roda dua maupun roda empat beredar di Tanjungpinang,” jelasnya.

Karena terus bertambahnya kendaraan di Tanjungpinang, kerap menimbulkan kemacetan di beberapa titik di Tanjungpinang. Untuk mengatasi kemacetan, Pemko Tanjungpinang dan Polres Tanjungpinang dibantu Satpol PP sudah melakukan kerjasama urai titik kemacetan pada tanggal 11 Januari 2011 lalu. Cuma pelaksanaan untuk mengatasi kemacetan di jalan terutama di Jalan Merdeka dan sekitarnya masih belum maksimal.

“Tugas yang menertibkan kendaraan di jalan Merdeka sekitarnya adalah pihak kepolisian. Sesuai dengan MoU tentang urai titik kemacetan yang ada di Tanjungpinang. Dishub hanya membuat rambu-rambu lalu lintas. Penertiban kendaraan yang melanggar aturan ada di tangan kepolisian,” ujarnya.

Sedangkan rencana Pemerintah Kota Tanjungpinang menyediakan lahan parkir di sebelah Bank Mandiri di pasar masih belum menemukan titik temu antara Pemerintah Kota Tanjungpinang dengan pemilik lahan.

“Pemilih lahan disebelah Bank Mandiri belum memberikan sinyal lahan kosong itu akan dijadikan tempat parkir kendaraan. Hal ini supaya untuk mengurangi kemacetan di sekitar Jalan Merdeka,” paparnya.(ass

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s