Penerapan Parkir Khusus di Palembang

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan pemerintah akan membuat tempat khusus untuk parkir kendaraan.

Pernyataan wali kota itu terkait masih minimnya pendapatan yang diterima pemerintah kota dari retribusi parkir di pinggir jalan.

Belum lama ini, Anggota Komisi II Dewan, HM Yusuf  mengatakan, dari total 517 titik parkir di Palembang, saat ini baru enam titik parkir yang retribusinya mencapai Rp 100 ribu.

“Padahal, lokasi titik parkir itu di tepi jalan, sangat strategis dan potensial. Misalnya di pasar, dan di pelataran rumah toko,” ujarnya.

Malah, sebut Yusuf, ada titik parkir yang setoran parkirannya sangat minim, misalnya di depan toko FIF Basuki Rahmat. “Cuma Rp 16 ribu per hari. Bahkan hari Sabtu hanya Rp 8 ribu.”

Di Jalan Kolonel Atmo, depan Hotel Lembang, setoran parkir didapat Rp 14 ribu per hari. “Padahal setiap harinya banyak kendaraan parkir di situ,” kata Yusuf.

Ia menambahkan, ada beberapa titik parkir yang tidak terdata. Ada pula petugas parkir memungut uang parkir melebihi aturan.

“Ada yang memungut Rp 2 ribu untuk mobil, padahal berdasarkan perda ditarik Rp 1.000, kecuali parkir progresif dan bulanan. Parkir motor seharusnya Rp 500 ditarik Rp 1.000,” Yusuf menerangkan.

Wali kota mengatakan, secara bertahap, pemerintah akan mengurangi parkir di pinggir jalan. “Kita buat parkir khusus seperti gedung parkir. Agar pengawasannya lebih optimal,” ujar Eddy, di kantornya, Rabu (3/8).

Ia mengakui persoalan parkir ini cukup pelik. “Kita pernah kerja sama dengan swasta, tapi ternyata hasilnya kurang maksimal. Karena itu, sekarang saya minta Dishub untuk lebih memperketat pengawasan, khususnya untuk juru parkir,” kata Eddy.

Ia berharap keberadaan gedung khusus parkir, selain mendongkrak retribusi untuk pendapatan daerah, bisa mengatasi kemacetan terutama di jalan protokol.

Ketua Komisi II DPRD Kota Palembang Ahmad Nopan menyoroti parkir berlangganan di sepanjang Jalan Veteran, khususnya di lokasi penjualan mobil bekas.

“Kontribusinya untuk pendapatan asli daerah masih sangat minim,” ujarnya.

Ia menyebutkan, hingga semester pertama, dari 124 titik parkir berlangganan, realisasi bagi pendapatan daerah hanya Rp 38,56 juta. “Kami minta Dishub segera mengoptimalkan pendapatan dari parkir berlangganan ini,” kata politis dari Partai Demokrat, ini.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Masripin Thoyib mengatakan pihaknya terus berupaya agar target retribusi parkir tercapai.

“Kami terus mencari format yang tepat dan efektif. Salah satunya dengan menaikkan tarif parkir. Rencananya, tarif parkir motor naik Rp 500 per kendaraan. Dari Rp 500 jadi Rp 1000 per kendaran per sekali parkir,” Masripin menerangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s