Parkir gedung biasa saja

Terbukti keharusan parkir off street di Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada membuahkan hasil. Sejak kebijakan itu diberlakukan pada 20 Juli silam, lalu lintas jauh lebih lancar. Ternyata pula, tidak terjadi lonjakan jumlah kendaraan yang parkir di gedung-gedung.

Pantauan Warta Kota pada Kamis (4/8) pukul 11.00 hingga pukul 13.00, lalu lintas di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk relatif lancar. Bahu kedua jalan itu benar-benar bersih dari kendaraan yang parkir, sehingga membuat para pengendara melaju dengan leluasa.

Di bawah jembatan Glodok pun lalu lintas lancar. Angkutan kota dan sepeda motor yang biasanya ngetem atau parkir di sana hingga menyebabkan kemacetan sudah tidak terlihat lagi. Para petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta dengan mobil dereknya tampak berjaga-jaga di sana.

Walau begitu, masih banyak sepeda motor dan mobil yang tetap parkir di atas trotoar di beberapa toko di ruas jalan tersebut. Padahal, plang larangan parkir telah terpasang di sepanjang jalan tersebut. Beberapa tukang ojek yang mangkal juga masih terlihat memenuhi trotoar dan bahu jalan.

Parkir gedung biasa saja

Seperti yang telah diutarakan Kepala Dinas Pehubungan DKI Jakarta Udar Pristono pada 20 Juli lalu, motor dan mobil harus diparkir di beberapa gedung di dua ruas jalan tersebut. Gedung-gedung itu di antaranya Lindeteves Trade Center, Grand Paragon, dan Plaza Glodok.

Namun, para petugas parkir gedung mengaku sama sekali tidak melihat lonjakan jumlah kendaraan sejak diberlakukannya peraturan parkir off street itu. “Sepertinya sih sama saja, tidak tambah banyak juga,” ujar Ahmad, petugas parkir Lindeteves Trade Center.

Zaenal, petugas tiket parkir Plaza Glodok, juga mengaku tidak melihat adanya penambahan jumlah kendaraan yang mencolok. “Standar lah, seperti hari-hari sebelumnya saja,” katanya.

Kasudin Perhubungan Jakarta Barat, Suyoto, mengatakan bahwa pihaknya bersama kepolisian akan terus menertibkan Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk dan mengembalikan semua instrumennya ke fungsi normal. “Artinya, tidak ada lagi yang boleh parkir di trotoar maupun bahu jalan, karena fungsinya memang bukan untuk parkir,” katanya.

Suyoto juga mengatakan, pemberlakuan parkir off street memang terbukti ampuh mengurai kemacetan di Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk. “Yang jelas, penertiban akan terus berjalan. Setelah berhasil membuat jalan steril, barulah kami membenahi trotoar,” katanya.

Selain itu, petugas juga segera membongkar separator jalan yang melintang di bawah jembatan Glodok. Adanya separator sepanjang 20 meter itu, menurut Suyoto, membuat sisi kiri ruas Jalan Hayam Wuruk terganggu karena kerap dipakai untuk tempat parkir motor dan banyak angkot yang berhenti untuk mengangkut penumpang. (m1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s