Artis Tidak Setuju Tarif Parkir Naik

KALANGAN artis tidak setuju dengan rencana penaikan tarif parkir menjadi Rp 10.000/jam pertama sebelum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan sarana transportasi umum yang memadai serta areal parkir yang aman.

Demikian rangkuman pendapat dari empat artis, yakni Nadine Chandrawinata (26), Zivanna Letisha Siregar (21), Isti Ayu Pratiwi (23), dan Zukhriatul Hafizah (23). Mereka dimintai komentar pada Selasa (5/10 menjelang dini hari, seusai acara malam bakat dalam rangkaian pemilihan Putri Indonesia 2010 di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan.

Para artis itu mengaku terkejut mendengar rencana penaikan tarif parkir di Jakarta menjadi Rp 10.000/jam pertama atau 500 persen dari yang berlaku saat ini, Rp 2.000/jam pertama.

Keempatnya mengaku setuju jika rencana itu demi mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mengurai kemacetan di Jakarta. Hanya saja, mereka pesimistis akan efektivitasnya. Alasannya, pengguna kendaraan pribadi di Jakarta cenderung tidak peduli.

“Kalau aku bilang, rencana itu tujuannya baik. Hanya saja, bisa dilaksanakan atau tidak masih menjadi pertanyaan. Butuh persiapan matang, salah satunya sarana dan prasarana yang mendukung ketika aturan itu dilaksanakan,” ujar Nadine.

“Sebagai warga Jakarta aku setuju saja, tapi apakah mungkin bisa dilaksanakan dan berhasil? Sebab, kebutuhan orang akan kendaraan pribadi masih tinggi. Ini mungkin karena belum tersedianya angkutan umum yang memadai,” timpal Zivanna.

Sebagai orang yang terkenal dan masuk jajaran selebriti, empat artis berparas ayu ini mengaku merasakan bagaimana kebutuhan akan kendaraan pribadi begitu tinggi. Saat muncul pilihan untuk menggunakan kendaraan umum, justru ada kekhawatiran soal keamanan dan kenyamanan.

Ya, bukan sekadar masalah kenyamanan, rasa aman lebih menjadi pertimbangan bagi Zivanna, Nadine, Ayu, dan Zukhriatul untuk menggunakan kendaraan umum.

Para gadis yang melejit namanya setelah mengikuti kontes kecantikan Putri Indonesia ini juga mempertanyakan kesiapan sarana parkir, terutama jika kendaraan hilang atau rusak.

“Menurut aku, jaminan itu harus ada. Sebab, pasti rugi lah kalau sudah bayar parkir mahal masih tidak aman. Soal mahal atau enggak itu memang relatif, karena di Jakarta ini banyak orang yang butuh tempat parkir,” kata Ayu.

Penertiban parkir

Sementara itu, penertiban parkir di Jakarta dinilai sangat mendesak di tengah usulan penaikan tarif parkir yang sudah diterima DPRD DKI. Penertiban parkir perlu dilaksanakan karena selalu terjadi kemacetan di sejumlah lokasi akibat parkir yang menjamur di badan jalan.

Ketua Komisi C DPRD DKI Ridho Kamaludin menyatakan sudah menerima usulan rencana kenaikan tarif parkir. “Usulan itu di antaranya Rp 3.000/jam pertama dan Rp 1.000 untuk setiap jam berikutnya. Ada juga usulan ditetapkan Rp 7.000 sekali parkir tanpa kelipatan per jam berikutnya. Jadi, semuanya harus dibahas dulu,” katanya di gedung DPRD DKI, Rabu.

Menurut Ridho, penerapan tarif parkir baru harus disertai dengan membaiknya pelayanan. Di antaranya menertibkan tarif parkir supaya tidak terjadi kebocoran. (cel/moe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s