Untuk Tingkatkan Pendapatan Dishub Kab. Bandung Kaji Sistem Parkir Berlangganan

BANYUWANGI,(PRLM).- Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kab. Bandung melalui retribusi parkir, Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Bandung akan melakukan kajian serta regulasi perihal pemberlakuan sistem parkir belangganan.

“Selama tiga tahun dari 2008-2010, target PAD melalui retribusi parkir tidak tercapai. Untuk 2008 capaian hanya Rp 223 juta dari target Rp 300 juta. Tahun 2009 capaian Rp 236 juta dengan target Rp 450 juta. Dan, 2010 capaian hanya Rp 251 juta dari target Rp 457 juta,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kab. Bandung, Yayan Subarna seusai rapat pertemuan dengan DPRD Kab. Banyuwangi dan Pemkab Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (15/3).

Munurut dia, tidak tercapainya target pada masing-masing tahun karena institusi yang terlibat dalam pemungutan retribusi parkir, bukan hanya Dishub. Akan tetapi, banyak yang terlibat dalam keikutsertaan retribusi parkir. “Setidaknya ikut meminta jatah dari para juru parkir di lapangan, dengan alasan keamanan, kebersihan, dan lain-lain sehingga setoran akhir ke Dishub sangat berkurang jumlahnya,” ujarnya.

Untuk mengatasi kebocoran itu, kata dia, diperlukan kesepakatan serta kerjasama antarsemua pihak yang terkait untuk memberlakukan sistem parkir berlangganan dengan pembayaran masuk dalam satu mekanisme pembayaran pajak kendaraan bermotor.

“Kita kaji semua aturan-aturan lalu kita perbaiki. Selain itu kita akan lakukan rapat koordinasi dengan Samsat Kab. Bandung. Kita juga akan membuat kesepakatan dengan juru parkir di lapangan agar pungutan liar itu hilang,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubinfo) Kab. Banyuwangi, Ketut Kencana Nirha Saputra mengatakan, apabila Kab. Bandung ingin menerapkan sistem parkir berlangganan diperlukan beberapa langkah awal. Pertama, melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Dispenda Provinsi Jawa Barat, dan Polres Bandung. Kedua, disepakatinya kerjasama pemberlakuan parkir berlangganan dengan pembayaran masuk dalam satu sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor yakni melalui Samsat.

“Dan, yang terakhir lakukan sosialisasi seluas-luasnya seperti melalui media cetak, elektronik, dan spanduk-spanduk yang dipasang di tempat-tempat strategis,” katanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s